Cara Menyelesaikan Pembagian Dengan Metode Porogapit

Untuk yang kesekian kalinya kami hadirkan materi pelajaran matematika dalam bentuk penjelasan materi dan juga contoh soal serta pembahasan dari kami jagomatematika.info yang merupakan salah satu sarana  pembelajaran online yang menyampaikan materi – materi yang bersangkutan dengan pelajaran matematika baik untuk tingkat pendidikan SD, SMP, Maupun SMA yang kami rangkum dengan jelas, Seperti dibawah ini yang kami bahas mengenai Cara Menyelesaikan Pembagian Dengan Metode Porogapit  yang kami harapkan akan membatu teman – teman dalam belajar matematika dan akan semakin jago matematika bersama jagomatematika.info.

download-7-1 Cara Menyelesaikan Pembagian Dengan Metode Porogapit

Begini ya prend, mengajari anak Matematika khususnya pembagian itu membutuhkan kesabaran. Proses pembelajaran yang lebih serius dimulai ketika anak sudah duduk di bangku kelas 3 SD  yang mana anak harus berpindah proses dari banyak bermainnya ketika belajar menjadi lebih fokus kepada pelajaran.

Untuk mengajarkan pembagian pada tingkat lanjut, anak harus mengenal dulu konsep pembagian yang tentunya sudah dipelajari sebelumnya. Ketika masih duduk di bangku kelas 2 SD, siswa dikenalkan materi dasar tentang perkalian dan pembagian. Jika perkalian adalah penjumlahan berulang, pembelajaran selanjutnya siswa akan belajar mengenai pembagian sebagai pengurangan berulang.

Konsep perkalian
Dalam perkalian yang merupakan penjumlahan berulang memiliki aturan atau konsep yang telah disepakati. Menurut pakar Matematika, konsep ini sangat sesuai dengan perkembangan anak dalam memahami Matematika.

Pada contoh soal misalnya, 6×4=4+4+4+4+4+4=24. Jika ada yang protes, mengapa harus begitu cara menghitungnya ? kan bisa juga 6×4=6+6+6+6=24. Iya sama-sama benar sih, bahkan lebih mudah menghitungnya, itu kalau menurut kita, tapi cara seperti itu jelas menyalahi aturan yang sudah ada. Penggunaan yang benar adalah 6×4=4+4+4+4+4+4=24 bukan 6+6+6+6=24. Konsep perkalian seperti ini biasanya diajarkan kepada siswa yang duduk di bangku kelas 2 SD.

Nah, tidak mau kaan, adik kita dapat nilai 0 dari gurunya. Jadi saran saya, ketika mengajari adiknya perkalian, terapkan saja aturan yang sudah ditetapkan.

Konsep pembagian
Pembagian adalah lawan dari perkalian. Konsep pembagian adalah pengurangan berulang oleh bilangan pembagi sampai sisanya 0. Banyaknya bilangan pembagi merupakan hasil pembagian. Misalnya 18:2=18-2-2-2-2-2-2-2-2-2=0, jadi 18:2=9.

Sekarang kita akan belajar membagi bilangan yang lebih besar. Materi ini biasanya diajarkan pada siswa kelas 3 SD. Cara menghitungnya dengan pembagian susun. Di daerah saya, pembagian susun biasanya disebut porogapit. Kalau di daerah kamu namaya apa prend?

Contoh soal:
Pak Hari memiliki 72 ekor sapi. Beliau ingin membagikan sapi-sapi itu kepada 3 anaknya. Berapakah sapi yang diterima masing-masing anak?
Secara Matematis ditulis 72 : 3 =…
Beginilah cara mengajarkan pembagian porogapit versi saya.
1.

Karena bilangan pembagi adalah 3, maka mintalah anak untuk membuat tabel perkalian. Tabel dengan konsep seperti gambar diatas saya buat berdasarkan poster tabel yang dijual di pasaran. Dan memang tabel seperti inilah yang sesuai dengan konsep perkalian.

Kebanyakan anak kelas 3 SD belum hafal perkalian. Jadi mau tidak mau harus membuat tabel. Menurut pengamatan saya, anak-anak itu lebih mudah menghafalkan perkalian daripada pembagian.

2.

Langkah berikutnya, jelaskan kepada anak bahwa bilangan pembaginya adalah 3 sedangkan yang dibagi adalah 7. Jelaskan juga bahwa angka yang ada di bawah bilangan yang dibagi tidak boleh lebih besar. Untuk memudahkan, tanyakan pada anak. Berapa dikali 3 hasilnya 7 atau yang paling dekat dengan 7. Maka secara otomatis anak akan langsung melihat tabel dan menemukan angka 2×3=6. Dalam hal ini, agar lebih mudah memahami, anak harus menulisnya di bawah bilangan pembagi. Selanjutnya angka depan yaitu 2 sebagai pengali 3 harus ditulis di atas. Setelah itu menghitung pengurangan angka 7-6=1.

3.

Setelah melakukan proses pengurangan angka yang ada di depan (7), selanjutnya angka ke dua yaitu (2) diturunkan lurus ke bawah maka akan didapat angka 12.

4.

Tanyakan lagi kepada anak, berapa dikali 3 hasilnya 12 ? maka anak akan kembali lagi melihat tabel dan menemukan angka 4×3=12. Anak harus menulisnya lagi seperti langkah sebelumnya. Kemudian angka depan yaitu 4 sebagai pengali 3 harus ditulis di atas, tepat di belakang angka 2.

5.

Langkah terakhir adalah proses pengurangan. Angka yang dikurangi dan yang mengurangi adalah sama yaitu 12-12 dan sudah pasti hasilnya adalah 0. Karena hasil akhir adalah 0, dengan demikian proses pembagian dengan porogapit selesai.

Tags:

Leave a Reply